Skip to content Skip to footer

Statistik Perkembangan Telepon Seluler di Indonesia

Perkembangan Telepon Seluler di Indonesia

Telepon seluler atau yang lebih dikenal dengan nama ponsel telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Alat komunikasi ini telah menjadi kebutuhan pokok yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas sehari-hari.

Sejarah Perkembangan Telepon Seluler di Indonesia

Telepon seluler pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada tahun 1985 dengan menggunakan teknologi NMT-450. Teknologi ini memiliki jangkauan yang terbatas dan kualitas suara yang kurang baik.

Pada tahun 1994, teknologi GSM mulai diperkenalkan di Indonesia. Teknologi ini memiliki jangkauan yang lebih luas dan kualitas suara yang lebih baik. Sejak saat itu, perkembangan telepon seluler di Indonesia semakin pesat.

Kepemilikan Telepon Seluler

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kepemilikan telepon seluler di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011, hanya terdapat 39,11 persen penduduk yang memiliki/menguasai telepon seluler. Sementara itu, di tahun 2022, 67,88 persen penduduk telah memiliki/menguasai telepon seluler. Artinya selama dua belas tahun, penduduk yang memiliki/menguasai telepon seluler bertambah 28,77 persen.

Pandemi Covid-19 turut memengaruhi perkembangan kepemilikan telepon seluler. Sebelum pandemi terjadi yaitu tahun 2019, penduduk yang memiliki/menguasai telepon seluler sebesar 63,53 persen. Kondisi ini sempat menurun menjadi 62,84 persen di saat pandemi mulai merebak tahun 2020.

Di tahun 2021, pandemi yang kian memburuk masih menahan penduduk untuk beraktivitas di luar rumah. Namun beberapa kegiatan mulai berjalan dengan penyesuaian, salah satunya adalah kegiatan belajar-mengajar yang dilakukan secara daring. Untuk itu, telepon seluler menjadi suatu kebutuhan yang mendesak sehingga terjadi peningkatan kepemilikan telepon seluler yang mencapai 65,87 persen tahun 2021. Perkembangan ini berlanjut hingga masa pemulihan tahun 2022.

Tingkat Kepemilikan Telepon Seluler Menurut Klasifikasi Daerah

Tingkat kepemilikan telepon seluler penduduk perkotaan lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Di tahun 2022, 73,58 persen penduduk perkotaan telah memiliki/menguasai telepon seluler. Adapun di daerah perdesaan, 60,18 persen penduduk memiliki/menguasai telepon seluler.

Kondisi ini mencerminkan dua hal. Pertama, kebutuhan telepon seluler penduduk perkotaan lebih tinggi karena diperlukan untuk mendukung aktivitas yang tinggi di daerah perkotaan. Kedua, sarana dan prasarana telekomunikasi untuk penggunaan telepon seluler masih relatif terbatas di daerah perdesaan.

Tingkat Kepemilikan Telepon Seluler Menurut Provinsi

Tingkat kepemilikan telepon seluler penduduk masing-masing provinsi relatif beragam. Secara umum, provinsi bagian barat Indonesia cenderung memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan provinsi bagian timur.

Pada tahun 2022, 82,37 persen penduduk Kalimantan Timur telah memiliki/menguasai telepon seluler. Ini merupakan nilai tertinggi di Indonesia. Sementara itu, provinsi dengan nilai terendah adalah Maluku Utara, yaitu 30,30 persen.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Telepon Seluler

Perkembangan telepon seluler di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin canggih dan terjangkau
  • Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin digital
  • Pandemi Covid-19 yang mendorong masyarakat untuk memanfaatkan telepon seluler untuk berbagai keperluan, termasuk untuk kegiatan belajar-mengajar secara daring

Kesimpulan

Perkembangan telepon seluler di Indonesia telah mengalami kemajuan yang pesat dalam dua dekade terakhir. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kepemilikan telepon seluler, baik di perkotaan maupun perdesaan.

Peningkatan kepemilikan telepon seluler ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Perkembangan teknologi telekomunikasi yang semakin canggih dan terjangkau
  • Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin digital
  • Pandemi Covid-19 yang mendorong masyarakat untuk memanfaatkan telepon seluler untuk berbagai keperluan, termasuk untuk kegiatan belajar-mengajar secara daring

Ke depan, perkembangan telepon seluler di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini seiring dengan semakin berkembangnya teknologi dan kebutuhan masyarakat akan komunikasi yang semakin cepat dan mudah.

Rangkuman

  • Telepon seluler telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia.
  • Kepemilikan telepon seluler di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.
  • Tingkat kepemilikan telepon seluler penduduk perkotaan lebih tinggi dibandingkan perdesaan.
  • Tingkat kepemilikan telepon seluler penduduk masing-masing provinsi relatif beragam.
  • Perkembangan telepon seluler


Tingkat kepemilikan telepon seluler penduduk perkotaan lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Di tahun 2022, 73,58 persen penduduk perkotaan telah memiliki/menguasai telepon seluler. Adapun di daerah perdesaan, 60,18 persen penduduk memiliki/menguasai telepon seluler. Kondisi ini mencerminkan dua hal. Pertama, kebutuhan telepon seluler penduduk perkotaan lebih tinggi karena diperlukan untuk mendukung aktivitas yang tinggi di daerah perkotaan. Kedua, sarana dan prasarana telekomunikasi untuk penggunaan telepon seluler masih relatif terbatas di daerah perdesaan.

Tingkat kepemilikan telepon seluler penduduk masing-masing provinsi relatif beragam. Secara umum, provinsi bagian barat Indonesia cenderung memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan provinsi bagian timur. Pada tahun 2022, 82,37 persen penduduk Kalimantan Timur telah memiliki/menguasai telepon seluler.

Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional, BPS

Leave a comment

Office

Palma One Building, 5th Floor. Jl. H. R. Rasuna Said, RT.8/RW.4, Kuningan Tim., Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950

hello@mediadigitalkita.com

Media Digital Kita, 2023